Kamis, 22 Oktober 2009

Never be afraid to Dream...

The Alchemist
by paulo coelho


i received this book
on my 23rd birthday.
many thanks to a friend whom gave me this book.
"The Alchemist", buku ini menceritakan
tentang perjalanan seorang anak laki2 bernama Santiago
yang mendapatkan mimpi berulang tentang harta karun di Piramida-Piramida Mesir.
Santiago adalah seorang gembala yang memiliki beberapa domba
dan memiliki harta yang cukup untuk memenuhi kehidupannya sendiri.

Adalah sebuah keputusan untuk mempercayai mimpi itu dan menjadikannya tujuan
untuk benar-benar mencari tahu dan menemukan harta karun tersebut
atau sekedar menganggap itu cuma mimpi, yang hanya merupakan bunga tidur.
Kita pun demikian, beberapa dari kita pastinya punya impian
dan tak jarang kita punya mimpi yang "extraordinary"

takdir seseorang memang "MAKTUB" alias "sudah tertulis"
tapi bukannya tidak mungkin merubah takdir itu
dan mewujudkan impian2 kita.
karena, keadaan kita hari ini
adalah buah dari apa yang kita lakukan di hari kemarin
dan keadaan yang kita harapkan di masa yang akan datang
akan kita hasilkan dari apa yang kita lakukan hari ini.
Jadi.. kita benar2 tidak memerlukan seorang peramal
hanya untuk mengetahui masa depan kita,
karena masa depan kita adalah hasil dari apa yang kita
lakukan hari ini.

Santiago bertemu dengan Melkisedek seorang Raja Salem
yang akhirnya membantu meyakinkan dia untuk mengejar mimpinya.
Raja Salem itu mengatakan bahwa,
"jika kita menginginkan sesuatu dengan sungguh-sungguh dan berusaha,
seisi jagat raya akan bersatu padu membantu kita"
Perjalanan Santiago untuk mencari harta karun tersebut
dan mewujudkan mimpi-mimpinya tidak selalu berjalan mulus,
demikian pula dengan kita
banyak hal, yang mungkin kita hadapi
untuk bisa meraih apa yang kita cita-citakan
ada kerikil-kerikil kecil, ada juga batu sandungan.
"Tuhan tidak pernah menjanjikan jalan kita akan selalu mulus,
tapi Dia berjanji bahwa Dia akan selalu menyertai kita dalam
setiap perjalanan kita."

Bukan hanya kerikil-kerikil tajam dan batu sandungan
dalam perjalanan meraih mimpi pun,
acapkali kita terjebak dalam "comfort zone"
atau zona kenyamanan, dimana tak jarang hal itu
membuat kita melupakan apa yang tadinya kita impikan
dan berhenti sampai disitu saja,
seperti halnya Santiago, ketika dia bertemu Fatima
wanita impiannya, seorang wanita gurun yang tinggal di oasis
Santiago merasa dia tidak perlu lagi melanjutkan perjalanannya
menuju Piramida-Piramida Mesir itu,
dan mewujudkan mimpinya
karena dia Oasis itu, dia menemukan kenyamanan.
Dia menemukan Cinta nya, serta harta yang cukup.
Tapi kembali lagi.. hidup selalu penuh dengan pilihan
kitalah yang menentukan apakah kita masih mau maju meraih
mimpi itu, atau tinggal, menetap dan melupakan mimpi kita.

Tidak mudah meninggalkan Zona Kenyamanan itu,
meninggalkan apa yang kita punya sekarang, dan
berjalan menuju masa depan yang masih merupakan mimpi.
banyak diantara kita yang tidak berani "ambil resiko"
akan hal ini.
"Kita tahu bahwa Allah turut bekerja dalam segala
sesuatu untuk mendatangkan kebaikan"
Saat Santiago ingin berhenti mengejar mimpinya,
dia bertemu dengan sang Alkemis.
Kita butuh orang-orang yang mau mendukung kita
dalam mewujudkan impian-impian kita.

Faktor pendukung lainnya disini adalah
Suara Hati. sebab "dimana hartamu berada,
disitu pula hatimu berada."
Suara Hati akan menuntun kita menuju impian-impian kita
jadi.. dengarkanlah suara hatimu lebih seksama..

Faktor-faktor yang menghalangi kita menuju impian kita
tak jarang berasal dari diri sendiri,
acapkali kita mendengar suara-suara yang menentang kita
meraih impian kita,itu bukanlah suara hati,
melainkan pikiran kita sendiri.
Perasaan-perasaan bahwa "sepertinya kita terlalu naif dengan mimpi itu"
atau " Sepertinya aku tidak pantas berada dalam posisi lebih baik
dari sekarang", atau " sepertinya aku sudah ditakdirkan seperti ini"
hal-hal seperti inilah yang membuat kita menjauh dari mimpi kita
dan mulai melupakan apa yang sebenarnya kita impikan
dan benar2 ingin kita lakukan.

Keputusan untuk tetap "bermimpi"
tidaklah mudah,
tapi ketika kita berhasil meraih "mimpi" itu..
sungguh merupakan kepuasan yang tak ternilai.

Saya punya mimpi, saya punya banyak keinginan
Saya punya banyak hal yang saya sukai,
Saya suka membaca, saya punya penulis favorit
Jeung Lala, atau Lala Purwono.
saya Suka menulis, dan saya pernah mencoba menulis beberapa cerpen
namun saya tidak pernah mencoba mempublikasikannya,
atau sekedar menunjukkannya pada teman-teman saya
karena dalam pikiran saya timbul pertanyaan-pertanyaan
"Apakah orang akan menyukai tulisan saya?"
"Apakah mereka akan menganggap hal yang saya tulis ini bagus?"
Tapi.. setelah membaca buku ini, saya menyadari sesuatu,
tidaklah terlalu penting memikirkan apa yang akan terjadi
di masa depan, apakah orang akan menukai apa yang saya tulis atau tidak,
yang terpenting adalah, lakukan sebaik-baiknya apa yang kita jalani sekarang,
untuk mendapatkan hasil yang baik pula di masa depan.

Jangan pernah takut bermimpi,
karena mimpilah yang membuat kita bersemangat
untuk menjalani hari-hari kedepan,
karena kita punya tujuan, kita punya visi.
Manusia diciptakan dengan tujuan dan fungsinya masing2.
Mari temukan "mimpi" kita yang sesungguhnya,
dan biarkan seisi jagat raya bahu membahu membantu kita,
mewujudkan mimpi kita.

"The Alchemist by Paulo Coelho,buku yang sangat bagus.
dan saya merekomendasikan Anda untuk membacanya." :)


p.s : note ini saya tulis tanggal 09 Juni 2009..
siapa yg bisa mengira kalo dalam waktu 3 bulan setelahnya.... saya bisa punya blog bareng penulis kesayangan dan ketemu dengan seorang lagi teman spesial seperti
jeng Indah.. yang waw.. tulisan2 nya...
selalu bisa membuat aku merasa..
"it's so real me".
So... Never be afraid to dream guys....

-indie-

5 komentar:

Anonim mengatakan...

Aaihh.. Indiee.. jadi terharuu *hugs*

-Indah-

Anonim mengatakan...

gw pernah dengar sentilan, bahwa setiap manusia itu pasti akan mengalami saat dia merasa 'inilah waktunya', atau disebut jg 'titik balik kehidupan', yg menurut gw it merupakan sebuah titik ujian, yg kalo kita bisa melewatinya, kita akan menghadapi kehidupan dgn cara pandang yg sangat berbeda (in positive ways off course)

beberapa org bisa mendapatkannya dari pengalaman tak terduga, dan ada juga yg terjadi karena dipicu setelah membaca/mendengar sesuatu yg sangat inspiratif, yg bener2 mencubit jiwanya, yg membuat jiwa ini berontak ingin segera keluar dari comfort-zone nya, dan berlari mengejar apa yg menjadi dahaga jiwa itu.. mimpinya, mungkin..

gw udah baca buku ini, sekitar setahun yg lalu maybe..
terus terang, sampai skrg hanya tinggal sedikit yg tersisa yg bisa gw ingat ttg buku ini..

from the very first page, i know this is a very good book..
gw baca en baca terus sampai lembar terakhir..
and yah, gw terkesan..
gw merasa terinspirasi..
terutama di bagian saat sang anak selalu melihat tanda-tanda..
mendengar suara-suara..
yg menuntunnya dan meyakinkannya kalau dia berjalan ke arah yg benar..
dan gw menghadirkan ini didalam doa..
semoga gw jg bisa lebi peka, dan bisa mendengar dan melihat 'tanda2' itu..
yg tidak selalu berupa bisikan2, tetapi bisa jadi tanda2 dari alam..

tapi... (hehehe.. ini bagian ga enaknya) :p

perasaan seperti ini jg pernah gw alami saat gw membaca bbrp buku inspirasional, motivasi ato self improvement, Rich Dad Poor Dad-nya Robert Kiyosakhi, Chicken Soup of Soul, In the Sphere of Silence-nya Vijay Eswaran, and some others yg udah lupa.. :p

and its just temporary.. ><"

gw ga tau,
apa ini karena sbnrnya gw blom bener2 yg sebenar2nya 'terpanggil' en 'tertampar',
atau karena short-term-memory gw,
atau gw terinfeksi lagi oleh kemalasan, kebodohan dan kelooser-an gw,
atau jangan2..
jangan2 karena gw selama ini menuju sesuatu yg.. kosong..

kenapa kosong?

karena gw belum bisa mendefenisikan dgn jelas apa sebenarnya yg paling gw inginkan dalam hidup ini..
apa sebenarnya visi hidup gw..
ada sesuatu yg belum bener2 gw temukan..
yg membuat gw merasa tidak akan menyesal telah hidup demi hal yg satu ini..

hello, i'm 25 and i still don't know what i really really want in this life?!
what a waste ><"
i know..

tentu saja gw pernah menginginkan sesuatu..
sangat sangat menginginkan sesuatu..
apakah itu yg disebut dengan mimpi?
secara gw ini jg termasuk personal yg impulsive,
tanya gw ttg keinginan gw 2 bulan ke depan, dan elo kemungkinan besar akan mendengar jawaban yg berbeda (walaupun yg 2 bulan lalu elo dengar itu belom tercapai)
*sigh*

so, how do i live this life without dreams?
i dont know why i still can survive till now, thou' deep down inside my heart is shouting out what a waste life it'll be..
maybe i've been too numb for supposing it to be an annoying voice anymore..

i just know, to cherish everything that comes to me..
bersyukur..
dan menanti apa yg akan terjadi besok..

bingung ya ?

samaaa... gw jg jadi bingung..

Lols..

anyway, congratz buat hadirnya Hollywood Dreamers ^.^

keep writing and inspiring everyone, girls..

~Yen

Anonim mengatakan...

Mungkin mungkin..

Perhatikan lebih lagi dari bagian mana yang "menginspirasi" kita ketika baca sebuah buku.

Biasanya sesuatu yang bikin kita "tersentuh" itu adalah hal yang "penting" buat kita, makanya walau gua and elo baca buku yang sama or nonton film yang sama, kita bisa ngerasa "tersentuh" di adegan yang berbeda.

Sama sih, Yeenn.. ahahaha.. gua juga sering ngerasa "terinspirasi" tapi belon pernah bener2 doing something radically to make a chance, hihihi..

Mungkin mungkin..

Kadang orang tuh susah bergerak kalo belon dalam keadaan terdesak.

Sama seperti yang ada di cerita "The Alchemist" ini.. zona kenyamanan bisa bikin kita melupakan sesuatu yang pernah kita impikan, karena heyy.. sekarang udah enak, ngapain juga mengejar sesuatu yang belon pasti kita dapatkan, bukan?

Gua pikir "mimpi" kita itu adalah sesuatu yang walau berulangkali kita gagal mencapainya, kita masih tetap menginginkannya.. something just can't die, betapapun kita berusaha mengenyahkannya dari pikiran kita, hal itu selalu come and go once in a while.

Cuman yaa.. perlu lebih "peka" untuk mendengarkan suara bisikannya karena suaranya itu terkadang lemah.. karena kita belon terbiasa untuk berhubungan dengan suara hati kita, ahahahaha :p

-Indah-

Anonim mengatakan...

Hmmm...

gw akan coba ngumpulin kepingan keinginan2 gw dulu, mengumpulkan yg tersisa, mengkristalisasikan mereka menjadi sebuah kata 'mimpiku'

aduh lebaaay kali bah bahasaku.. :p

banyak sih list keinginan2 yg berlombaan muncul diotak skrg,
gw mau catet ah.. hmmm.. mgkn sebulan sekali..
trus setaon kedepan, gw akan tau yg mana yg mendapat poin 'ditulis paling sering'

koq jadi kek quis.. huheuheuheue...

doain yah..
biar cepat nyadar...

oh ya, gw teringat satu quote yg ntah dari buku motivasi yg mana...

"Jangan biarkan siapapun, termasuk diri anda sendiri, mencuri mimpi2 anda"

dulu gw ga ngeh, gimana bisa qt mencuri mimpi kita sendiri..
skrg agak ngerti dikit, mungkin karena sering kali, yg memusnahkan kemungkinan terkecil mimpi2 itu utk jadi kenyataan,
adalah diri kita sendiri..

dan yg menempati daftar pelaku kriminal kedua teratas, adalah orang2 terdekat qt, yg bukannya memberi semangat (mgkn mereka sbnrnya ga berniat jelek, tapi mereka pikir kalo mereka itu realistis), tapi bukankah itu sebabnya dinamakan 'mimpi', kalo mimpi pun harus realistis, untuk apa namanya mimpi..

mimpi, ada..
dan tugas kitalah, untuk menjadikannya realita..

Thank you Indie and Indah,
yg buat gw recall lagi, kalo gw adalah org tak bermimpi yg sebenarnya sangat ingin bermimpi..

*Ya Tuhan, semoga ini gw ingat teruuuuusss, jangan cuma malem ini yaaa... pliiss*

~Yen

Indah mengatakan...

Ahahaha.. gua pernah baca tuh, Yen, di buku mana dhe githu yang kita disuruh nyatat apa2 yang kita inginkan pada saat kita bikin list itu. Sebanyak apapun boleh.

And ntar dalam selang waktu tertentu disuruh ngeliat daftar2 yang udah pernah kita bikin.

Biasanya sih yang bener2 kita inginkan itu yang akan paling sering muncul, hehee..

Gua pernah nyoba bikin daftar ituu.. tapi masalahnyaa.. kadang pas nulis ituu.. gua suka rancuu, apa itu yang bener2 gua inginkan atau karena gua tau gua pengen makanya gua tulis, wakakakak :p

*tipe yang ribets*

Btw, aihh.. bener bangets yaa!!

Gua jadi inget ama yang pernah dibilang ama Williams sisters (petenis Amrik), dibilang gini, "Jauhkan diri dhe dari para dream stealers!"

*tepatnya gimana.. gua udah lupa, ahahaha ;p*

Huahahaha.. itu bener bangets, Yeenn.. gua kemaren ini juga baru diketawain ama sepupu gua karena punya rumah impian berupa kastil (pengaruh kebanyakan fairytales) but in a way gua mikir..

Kalo cuman boleh ngimpiin sesuatu yang "realistis", apa enaknya ngimpii?! :p

Ayy ayy.. itu udah bagus.. udah punya kesadaran untuk bermimpii.. hihii.. jadi tiap kali elo lupa.. liat notes ini aja yaa, girl ;)